BERJARAK

0 51

Pengalaman Sukses Mengelola Pembelajaran Jarak Jauh   

Oleh: Novita Hariyani, S.Pd. (Guru PKN SMPIT Permata Bunda Alawiyah)                                                                           

Berada di negara lain, dianggap suatu yang biasa, semakin mendekat ke Negara sendiri bahkan ke kota sendiri bahkan ke lingkungan sekitar semakin terasa sangat meresahkan.  Setiap waktu sudah dilalui, hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan sudah bergant itahun. Dan hal ini entah sampai kapan? Mungkin sebentar lagi atau hal ini tak akan pernah berakhir. Jarak yang tadinya dekat semakin jauh, mulut pun sekarang sulit untuk menyapa, akhirnya bosan pun kunjung datang menyapa. Pola hidup baru pun datang, yang awalnya terasa asing sekarang menjadi biasa.

Saat pertama kali aku melaksanakan pembelajaran daring, rasanya campur aduk. Khawatir, takut, tetapi ada rasa optimis yang selalu datang dari teman sekitarku. Ternyata perasaan ini tak hanya aku yang merasakan tetapi teman guru lainnya pun mempunyai perasaan yang sama. Ini pengalaman baru bagi kami, kami dipaksa untuk paham teknologi, kami dipaksa paham dengan karakter anak yang tak pernah bertatap muka. Hal ini tantangan besar, bukan perkara mudah untuk menghadapinya, tetapi bukannya paksaan awal dari datangnya kebaikan.

“Aduh gimana sih caranya pake zoom? Baru bayanginnya aja udah pusing kepalaku.” Kataku kepada teman kerjaku.

“Tenang aja, nanti kita sama-sama belajar. Ok.” Temanku menyemangati.

Tantangannya tidak hanya itu, kami pun harus berusaha memahami karakter siswa baru yang sampai sekarang belum pernah bertatap muka secara langsung. Kekhawatiran terus datang dari guru, siswa, bahkan orangtua. Beberapa orangtua yang menganggap bahwa mengajar adalah sepenuhnya tugas guru, padahal semua itu butuh kerja sama antara guru, orangtua, dan siswa, apalagi dalam kondisi seperti ini. Semuanya menyalahkan virus yang datang, semuanya menyalahkan keadaan. Pastinya selalu ada hikmah dibalik ujian yang Allah berikan.

Akhirnya melalui virtual dan video call pun sering dilakukan. Kegiatan sekolah semuanya serba online. Hal ini lagi-lagi sesuatu yang asing bagi kita, tetapi akhirnya menjadi sesuatu yang biasa dilakukan. Kita tidak hanya bisa diam dan meratapi keadaan, tetapi kita harus terus bergerak dan bertindak.

Sudah hampir setahun pembelajaran ini berjarak. Berbagai pelatihan sudah pihak sekolah berikan untuk mendukung pembelajaran daring ini. Pelayanan terbaik pun selalu diberikan kepada orangtua dan siswa. Semua berharap pandemi ini terselesaikan dan jarak yang jauh ini akan cepat berakhir.

Saat itu, pemandangan baru datang dari teman-teman sekitarku. Laptop dan handphone sudah tersedia siap di atas meja mereka, sudah siap untuk memulai pembelajaran daring, sudah siap untuk belajar memahami karakter siswa yang berjarak. Suara mereka terdengar ramah menyapa anak-anak. Dalam hati berharap rindu ini akan cepat bertemu. Dibalik suara yang ramah itu, ada kegigihan yang menyeruak supaya anak-anak paham dengan materi yang disampaikan.

Mulai rencana, metode, dan target pembelajaran baru disusun kembali. Dengan pembelajaran yang terencana, metode dan model pembelajaran yang variatif semua itu bertujuan supaya siswa mudah untuk memahami dan materi mudah tersampaikan. Jarak akhirnya bukan suatu halangan untuk mengajar dan belajar.

Pembelajaran daring yang komunikatif terus dilakukan dan kita sebagai pendidik harus bisa menemukan berbagai cara dalam memahami karakteristik anak. Apalagi pada siswa jenjang SMP kita dituntut untuk memiliki sikap yang lembut juga tegas, supaya anak-anak tetap bisa dekat dengan kita dan dapat disiplin serta tanggung jawab dengan tugasnya. Untuk mendidik anak yang kurang dalam pelajaran, biasanya dibimbing melalui chat pribadi di luar grup kelas. Cara mengajar anak yang kurang dalam pelajaran, kita harus memiliki strategi yang baik yang disesuaikan dengan kemampuannya. 

Keberhasilan siswa adalah tanggung jawab bersama. Dengan bekerja keras, kita dapat mengambil hikmahnya dan mendapat hasil yang baik. Keberhasilan siswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga berhasil dalam sikap dan karakternya.

Terus bergeraklah, jangan hanya diam, Karena jarak ini akan segera berakhir. Tetap lakukan hal yang positif, tetap belajar dan mengajar untuk mencetak generasi yang terbaik. Setiap ujian pasti kita diminta untuk bertahan dan disetiap ujian yang Allah berikan pasti ada hikmah di dalamnya. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita selalu diberikan kesehatan. Aamiin…

Leave A Reply

Your email address will not be published.